Minggu, 26 April 2009

Pulau Sop dan Pulau Raam



Pulau Sop memiliki atraksi dengan pasir putih yang melebar ke arah laut kurang lebih 100 meter di arah utara. Di sebelah barat terdapat batu-batuan besar yang bertebaran di tepi pantai yang oleh para tentara Jepang pernah dijadikan basis pertahanan udara. Atraksi yang lain adalah sisa-sisa tempat persembunyian pada saat Perang Dunia II yang berupa gua batu dan lubang bagi senjata mesin yang di arahkan ke airport Jefman.
sedangkan Pulau Raam sendiri menyuguhkan core product keindahan panorama alam yang oleh masyarakat nelayan taradisional setempat disebut ”Pulau Buaya” karena bentuknya seperti seekor buaya.Pulau Raam adalah pulau berpasir putih dengan variasi relief batu di sebelah barat dan kumpulan batu apung di sebelah selatan memberikan kesan keaslian alami yang unik dan menarik. Keunikan Pulau Raam kemudian berpadu dengan panorama Kota Sorong yang remang-remang di sebelah timur memberi kesan ketenangan dan kedamaian.Aktivitas yang dapat dilakukan di Pulau Raam adalah berenang, berperahu, memancing, dan duduk di tepi pantai untuk menikmati keindahan alam serta makanan dan minuman. Snorkling di tepi pantai dan diving pada coral reef dekat batu apung dapat menjadi aktivitas wisata minat khusus untuk menikmati keindahan bawah laut, tebing terjal biota laut, serta flora dan fauna.Pulau Raam yang dikeloala oleh Pemerintah Kota dan masyarakat memiliki daya tampung 1000 orang dan dapat ditempuh selama 7-10 menit dengan menggunakan motor tempel atau speed boat dari Pelabuhan Sorong Doom Kota Sorong.(kapanlagi.com)




Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar