Senin, 13 April 2009

DESA LINGGA











Rumah adat karo mempunyai ciri serta bentuk yang sangat khusus, didalamnya terdapat ruangan yang besar dan tidakmempunyai kamar-kamar. Satu rumah dihuni 8 atau 10 keluarga. Rumah adat berupa rumah panggung, tingginya kira-kira 2 meter dari tanah yang ditopang oleh tiang, umumnya berjumlah 16 buah dari kayu ukuran besar. Kolong rumahsering dimanfaatkan sebagai tempat menyimpan kayu dan sebagai kandang ternak. Rumah ini mempunyai dua buahpintu (pintu depan & belakang) .Di depan masing-masing pintu terdapatserambi, dibuat dari bambu-bambu bulat (disebut ture). Dulu, pada serambi belakang, biasanya digunakan juga untuk tempat wanita yang akan melahirkan (ckckckck) dgn posisi duduk di depan pintu. Konon, supaya dapat lancar melahirkan, tanpa ada gangguan "ilmu2 jahat" yang berada di dalam rumah.
Jumlah pijakan tangga bambu pada serambi depan berjumlah 5 buah yang melambangkan 5 marga asli Karo (Ginting, Sembiring, Tarigan, Karo-karo dan Perangin-angin), dan pada serambi belakang terdapat 3 buah menunjukan penyembahan kepada 3 tuhan mereka.
Rumah adat ini umumnya dilengkapi empat dapur. Masing-masing dapur memiliki dua tungku untuk dua keluarga yang biasanya mempunyai hubungan kekerabatan sangat erat. Setiap tungku dapur menggunakan lima batu sebagai pertanda bahwa di suku Karo terdapat lima marga.

Desa Lingga terletak di ketinggian sekitar 1.200 m dari permukaan laut, lebih kurang 15 km dari Brastagi. Lingga merupakan perkampungan Batak Karo yang unik, memiliki rumah-rumah adat yang diperkirakan berumur 250 tahun,tetapi kondisinya masih kokoh.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar