Museum Affandi

Museum Affandi diresmikan oleh Fuad Hassan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu dalam sejarahnya telah pernah dikunjungi oleh Mantan Presiden Soeharto dan Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr.

Kota Balikpapan

Kota Balikpapan adalah salah satu kota di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 503,3 km² (? luas Jakarta) dan berpenduduk sebanyak 559.126 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010).

Pantai Pink / pink Beach

Pantai Pink atau lebih dikenal sebagai Pink Beach adalah salah satu pantai terindah di dunia. Karena warna Pasir pantainya yang berbeda dari warna pasir pantai biasanya, tak heran jika pantai ini kini menjadi primadona wisata Indonesia.

Danau Paniai Papua Barat

Danau Paniai ini memang belum dikelola dengan baik oleh pemerintah kabupaten paniai.. berbeda dengan danau sentani yang ada dikota jayapura.

Wisata kampung batu Malakasari

Kawasan seluas 50.000 m2 ini adalah lahan bekas area penambangan batu alam tradisional sampai tahun 1970, kemudian bagian-bagian cekungnya terisi air hujan sehingga membentuk danau yang memiliki panorama yang unik

Tampilkan postingan dengan label nusa tenggara barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nusa tenggara barat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Februari 2013

Mesjid Agung Nurul Huda Sumbawa


Mesjid Agung Nurul Huda ( dulu namanya masjid Jami') Jl. Sudirman No. 28 Sumbawa Besar adalah mesjid yang terbesar di Kab. Sumbawa Besar Nusa tenggara Barat.

Masjid Agung Al Mujahidin atau Masjid raya selong


Masjid Agung Al-Mujahidin, yang lerletak di Kecamatan Selong yang merupakan ibukota Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat ini merupakan salah satu masjid besar di antara ribuan masjid yang berada di Pulau Lombok.Selain terkenal dengan wisata alamnya yang eksotis, Lombok pun :ersohor dengan sebutan Pulau Seribu Masjid. Tercatat sedikitnya 5.400 masjid ~i pulau yang terletak di antara Selat Lombok dan Selat Alas tersebut. Perbandingan yang cukup sepadan mengingat hampir 90 persen penduduk Lombok adalah pemeluk agama Islam.

Masjid diberi nama Masjid Agung Al-Mujahidin sebagai penghormatan kepada pahlawan perjuangan kemerdekaan yang gugur di rumah pejuang 1945 saat melawan penjajah Belanda. Rumah tersebut berada tepat di depan masjid. Bangunan masjid tampak sangat asri dengan paduan warna putih, ungu, dan oranye di tubuh bangunan dan hijau yang melapisi kubah. Bentuk bangunan yang menggunakan pola ceruk terbuka di beberapa bagian dan konstruksi tangga di sudut menjadi aksen apik untuk keseluruhan bangunan.

Masjid dilengkapi empat menara yang menyatu dengan bangunan dan menjulang tinggi mendampingi kubah utama. Bentuk menara tersebut senada dengan bangunan utama, menggunakan pola ceruk lowong dengan empat pola berbeda pada bagian tubuhnya. Tinggi menara 27 meter melambangkan ajakan untuk shalat berjamaab yang memiliki keutamaan 27 kali lipat daripada shalat sendiri.

Memasuki ruang utama, awalnya akan terasa sesak karena atap yang berasal dari lantai dua bangunan. Namun, saat menuju bagian depan ruang akan menjadi lapang karena plafon atap yang terbuka dengan lantai dua sebagai mezzanine. Pola ini memiliki makna filosofis sebuah perjalanan menuju Sang Khalik yang awalnya penuh perjuangan namun semakin mendekati tujuan akan semakin melegakan. Mihrab masjid tampil cukup sederhana dengan ceruk berpola horizontal. Bentuk yang cukup unik mengingat pada umumnya masjid menggunakan pola vertikal meninggi pada bagian ceruk mihrab. Tampilan dalam masjid pun tampak minimalis. Dengan demikian, plafon yang mengikuti kubah utama dengan aksen geometris paduan warna putih, biru, dan kuning mendapat lebih banyak sorotan.

Masjid, yang merupakan ikon religi Kabupaten Lombok Timur, ini digunakan sebagai sarana ibadah sekaligus pusat sosialisasi masyarakat sekitar. Masjid ini pun kerap digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga karena terletak di kawasan taman kota.

Masjid Al Kautsari

 
Masjid Al Kautsari merupakan bangunan pertama di kompleks Pondok Pesantren Al-Aziziyah yang terletak tidak jauh dari Bandara Selaparang, Mataram, Lombok. Dengan jarak tempuh hanya sekitar 10 menit dari bandara, masjid ini cukup potensial untuk menjadi landmark wilayah setempat. Keberadaannya juga mewakili semangat beribadah masyarakat sekitar yang sangat kuat. Kala masjid belum selesai dibangun pun, berbagai kegiatan ibadah dan dakwah sudah dilaksanakan. Shalat berjamaah ditegakkan meski tanpa penerangan listrik, kajian kitab-kitab Islam ditekuni walaupun beralaskan anyaman daun kelapa (kelangsah), dan berbagai aktivitas dakwah lainnya.

Ada cerita menarik terkait syiar Islam dalam proses pembangunan masjid. Kala itu sebagian masyarakat sekitar masih memercayai hal-hal gaib seperti makam keramat dan sebagainya. Konon di tempat tersebut terdapat sebuah batu yang dianggap sakral dan dikenal dengan nama “Batu Colet”. Seiring berjalannya proses pembangunan masjid, batu tersebut menghilang. Masyarakat sekitar pun gempar. Belakangan diketahui, batu tersebut sengaja diambil oleh seorang santri untuk ditanam dalam pondasi masjid. Tujuannya adalah untuk menjaga kemurnian aqidah umat Islam di sana.

Masjid Al Kautsari juga dikembangkan beberapa kali sejalan dengan pesatnya kemajuan Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 2001 dan diberi nama Al-Kautsari. Nama Al Kautsari ini diambil dari perpaduan dua nama, yaitu nama Telaga Al-Kautsar yang berada di surga dan nama penyandang dana pembangunan masjid, Bapak Haji Bhakti Kasri. Salah satu keunikannya terletak pada kumandang suara azan. Biasanya azan hanya dikumandangkan sebanyak lima kali dalam satu hari. Namun, di masjid ini azan dikumandangkan sebanyak enam kali. Selain untuk shalat wajib, azan juga dikumandangkan pada pengujung malam untuk shalat tahajud.

Dari sisi bangunan, ciri khas Masjid Al Kautsari adalah kubah bulat mengerucut dengan sapuan warna putih cerah beraksen garis diagonal biru dan dua menara. Dua menara yang menjulang setinggi 27 meter ini bermakna dua warisan Rasulullah Saw., yakni Al-Quran dan Al-Hadis. Bagian dalam masjid juga tampak sangat menawan dengan adanya tiang penyangga berwarna hijau granit yang dikombinasikan dengan warna cokelat keemasan pada aksen tiang dan dinding masjid. Selain itu, bagian dalam kubah yang diberi gambar langit juga mrenambah kesan megah.

Masjid Bayan Beleq

 
Masjid Bayan Beleq adalah sebuah masjid yang terletak di jalan Labuan lombok, desa Bayan, kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat atau sekitar 80 km dari ibukota provinsi NTB, yakni Mataram.Meski bentuknya sederhana, namun Masjid Bayan Beleq memiliki keistimewaan tersendiri, yakni telah menjadi salah satu situs bersejarah yang ada di Indonesia. Masjid ini berdiri pada abad ke-17, yang berarti usianya telah lebih dari 300 tahun. 
 
Kecamatan Bayan memang salah satu gerbang masuknya Islam di Pulau Lombok. Di kecamatan inilah, Islam pertama kali diperkenalkan, dan Masjid Bayan Beleq merupakan masjid pertama yang berdiri di pulau ini.Bentuk masjid ini memang tidak berbeda jauh dengan rumah-rumah sekitarnya. Bentuknya yang sederhana membuatnya tidak mudah untuk dikenali dari tepi jalan. Bangunan masjid ini memiliki ukuran 9 x 9 meter. Dinding-dindingnya rendah dan terbuat dari anyaman bambu, atapnya berbentuk tumpang yang disusun dari bilah-bilah bambu, sedangkan fondasi lantainya terbuat dari batu-batu kali. Sementara itu, lantai masjid terbuat dari tanah liat yang telah ditutupi tikar buluh. Di sudut-sudut ruang masjid terdapat empat tiang utama penopang masjid, yang terbuat dari kayu nangka berbentuk silinder. Di dalam masjid tersebut, juga terdapat sebuah bedug dari kayu, yang digantung di tiang atap masjid.

Di dalam masjid ini, terdapat beleq (makam besar) salah seorang penyebar agama Islam pertama di kawasan ini, yakni Gaus Abdul Rozak. Selain itu, di belakang kanan dan depan kiri masjid terdapat dua gubuk kecil. Di dalam kedua gubuk ini, terdapat makam tokoh-tokoh agama yang turut membangun dan mengurusi masjid ini sedari awal.

Sehari-hari, Masjid Bayan Beleq tidak lagi digunakan oleh masyarakat sekitar. Namun, masjid ini akan kembali ramai pada hari besar agama Islam. Salah satunya pada saat perayaan Maulid Nabi Muhammad. Perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad ini biasanya diadakan selama dua hari. Di saat perayaan, Masjid Bayan Beleq akan dipenuhi oleh pengunjung. Pada perayaan acara ini, para pengunjung yang ingin mengikuti prosesi upacara diwajibkan untuk mengikuti peraturan yang ada, semisal harus menggunakan baju adat Sasak seperti dodot dan sapuk.

Wisatawan yang berasal dari luar Pulau Lombok dapat menggunakan pesawat terbang dari Jakarta, Surabaya, Bali, dan kota-kota lain. Dari Kota Mataram Anda bisa melalui rute Mataram - Senggigi - Pemenang - Tanjung - Gangga - Anyar - Bayan dengan menggunakan transportasi umum menuju Kecamatan Bayan. Namun, untuk kenyamanan berwisata dengan pertimbangan ketersediaan angkutan umum dan waktu tempuh, disarankan bagi para wisatawan untuk menggunakan kendaraan sewaan. Dengan menyewa kendaraan, selain bisa berhenti di beberapa tempat menarik yang terdapat dalam sepanjang jalan menuju Kecamatan Bayan, wisatawan juga dapat mengatur waktu kunjungan dengan lebih leluasa.

Minggu, 16 Desember 2012

Kota Mataram

 
Kota Mataram merupakan kota sekaligus menjadi ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
Pengaruh Adat Sasak dan Adat Bali cukup mewarnai masyarakat di kota ini.Pada masa pulau Lombok diperintah oleh para raja-raja, Raja Mataram pada tahun 1842 menaklukkan Kerajaan Pagesangan. Setahun kemudian tahun 1843 menaklukkan kerajaan Kahuripan. Kemudian ibukota Kerajaan dipidahkan ke Cakranegara dengan ukiran Kawi pada nama Istana Raja.

Raja Mataram (Lombok) selain terkenal kaya raya juga adalah raja yang ahli tata ruang kota, melaksanakan sensus penduduk kerajaan dengan meminta semua penduduknya mengumpulkan jarum. Penduduk laki-laki dan perempuan akan diketahui lewat ikatan warna tali pada jarum-jarum yang diserahkan. Setelah raja Mataram jatuh oleh pemerintah Hindia Belanda meskipun harus dibayar mahal, yaitu dengan tewasnya Jend. P.P.H. van Ham (monumennya ada di Karang Jangkong), Cakranegara mulai menerapkan sistem pemerintahan dwitunggal berada di bawah Afdeling Bali Lombok yang berpusat di Singaraja, Bali.

Pulau Lombok dalam pemerintahan dwitunggal terbagi menjadi 3 (tiga) onder afdeling, dari pihak kolonial sebagai wakil disebut kontrolir dan dari wilayah disebut Kepala Pemerintahan Setempat (KPS) sampai ke tingkat Kedistrikan. Adapun ketiga wilayah administratif masih disebut West Lombok (Lombok Barat), Middle Lombok (Lombok Tengah) dan East Lombok (Lombok Timur) dipimpin oleh seorang kontrolir dan Kepala Pemerintahan Setempat (KPS). Untuk wilayah West Lombok (Lombok Barat) membawahi 7 (tujuh) wilayah administratif yang meliputi Kedistrikan Ampenan Barat di Dasan Agung, Kedistrikan Ampenan Tmur di Narmada, Kedistrikan Bayan di Bayan Belek, Asisten Distrik Gondang di Gondang, Kedistrikan Tanjung di Tanjung, Kedistrikan Gerung di Gerung, dan Kepunggawaan Cakranegara di Mayura.

Kota Mataram memiliki topografi wilayah berada pada ketinggian kurang dari 50 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan rentang ketinggian sejauh 9 km, terletak pada 08° 33’ - 08° 38’ Lintang Selatan dan 116° 04’ - 116° 10’ Bujur Timur. Struktur geologi Kota Mataram sebagian besar adalah jenis tanah liat dan tanah endapan tuff yang merupakan endapan alluvial yang berasal dari kegiatan Gunung Rinjani, secara visual terlihat seperti lempengan batu pecah, sedangkan di bawahnya terdapat lapisan pasir.

Suhu udara di Kota Mataram berkisar antara 20.4 °C sampai dengan 32.10 °C. Kelembapan maksimum 92% terjadi pada bulan Januari, April, Oktober dan November, sedangkan kelembapan minimum 67% terjadi pada bulan Oktober. Rata-rata penyinaran matahari maksimum pada bulan Februari. Sementara jumlah hari hujan tertinggi terjadi pada bulan November sebanyak 27 hari, dengan curah hujan rata-rata mencapai 1.256,66 mm per tahun, dan jumlah hari relatif 110 hari per tahun. Secara administratif Kota Mataram memiliki luas daratan 61,30 km dan 56,80 km perairan laut, terbagi atas 6 kecamatan, yaitu Kecamatan Ampenan, Cakranegara, Mataram, Pejanggik, Selaparang dan Sekarbela dengan 50 kelurahan dan 297 lingkungan.

Mataram sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Lombok Barat sebelum terjadi pemekaran wilayah. Kini, ibukota Kabupaten Lombok Barat dipindah ke Giri Menang Gerung. Suku Sasak merupakan suku bangsa mayoritas penghuni Kota Mataram, selain Suku Bali, Tionghoa, Melayu dan Arab. Keharmonisan kehidupan antar suku di Mataram sempat terganggu oleh peristiwa pecahnya Kerusuhan Lombok 17 Januari 2000 yang menyeret isu agama dan ras sebagai penyebab kerusuhan.Islam adalah agama mayoritas penduduk Mataram. Agama lain yang dianut adalah Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Walaupun Islam merupakan agama mayoritas di Mataram, namun kerukunan umat beragama dengan saling menghormati, menghargai dan saling menolong untuk sesamanya cukup besar adalah niat masyarakat Mataram dalam menjalankan amal ibadahnya, sesuai dengan visi kota Mataram untuk mewujudkan Kota Mataram maju, religius dan berbudaya.

Masyarakat Kota Mataram sebagian menggunakan Bahasa Sasak dalam keseharian, selain Bahasa Indonesia, Bahasa Bali, Bahasa Samawa, serta bahasa Bima. Bahasa Sasak itu sendiri terbagi atas beberapa dialek, bergantung daerah masing-masing pengguna di Pulau Lombok, serta dapat digunakan sebagai acuan perbedaan strata sosial di masyarakatnya.Keberadaan Bandar Udara Selaparang merupakan pintu masuk melalui udara ke Kota Mataram khususnya serta Pulau Lombok dan Nusa Tenggara Barat umumnya. Dan seiring dengan perkembangan Mataram dan NTB pada umumnya, saat ini Bandar Udara Selaparang sudah ditutup dan digantikan dengan Bandar Udara Internasional Lombok, Bandara tersebut berlokasi di wilayah Lombok Tengah.

Terminal Induk di Kota ini bernama Terminal Mandalika yang terletak di sebelah Timur di kelurahan Bertais Kota Mataram, disamping itu juga ada Terminal Kebon Roek yang berada di sebelah barat di wilayah Ampenan. Terminal Kebon Roek merupakan sarana transportasi darat melayani angkutan kota di Kota Mataram. Untuk sarana transportasi darat lainnya di kota ini dikenal dengan nama Cidomo, kendaraan seperti Bemo serta Ojek.Sebelum pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat dikembangkan, Ampenan merupakan pelabuhan laut yang ramai, Pelabuhan Ampenan ini berada di sebelah barat Kota Mataram, Namun karena faktor keganasan arus laut Selat Lombok, dipilihlah lokasi yang lebih ideal untuk pelabuhan Laut yaitu sekarang ini di Lembar.

Kota Mataram yang terletak di Pualu Lombok yang eksotis, merupakan sentra dari perjalanan wisata di Pulau Lombok. Kota Mataram saat ini dikembangkan menjadi salah satu kota pariwisata.Jika anda berkunjung ke kota Mataram, anda tidak perlu khawatir dengan masalah akomodasi dan Penginapan. Sebagai Kota Pariwisata, kota ini menyediakan beragam kelas hotel sesuai dengan budget anda, mulai dari hotel kelas Melati sampai Hotel Berbintang. Beberapa diantaranya adalah Hotel Lombok Raya, Hotel Grand Legi, Hotel Nitour, Hotel Chandra, dan Hotel Handayani.

Pulau Lombok dengan pusat di Kota Mataram, merupakan tempat yang sangat terkenal dengan eksotisme alamnya. Dari kota ini anda bisa menuju tempat wisata alam yang sangat terkenal diantaranya Pantai Senggigi, Gili Trawangan, Pantai Kuta, Pesona Gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia yaitu Rinjani.Untuk wisata budaya, perpaduan antara budaya Lombok dan Bali dan sentuhan dari etnis lainnya, melahirkan suatu kolaborasi budaya yang sangat menarik, dan ada beberapa tempat menarik yang layak untuk dikunjungi terkait dengan hal tersebut antara lain, Kuburan Tionghoa Bintaro, Taman Mayura, Pura Meru, Pura Segara, Museum Nusa Tenggara Barat, Loang Baloq, Kota Lama AmpenanKota ini juga memiliki berbagai pusat perbelanjaan, misalnya Mataram Mall, Pusat Kerajinan Mutiara Pagesangan dan Ampenan Cerah Ceria. Disamping itu untuk anda yang suka belanja oleh-oleh Senggigi Square, Sukarara, Pusat Mutiara Pagesangan, bisa menjadi pilihan anda. Fasilitas pendidikan di Kota Mataram tersedia dengan cukup memadai, di Kota ini terdapat beberapa perguruan tinggi baik Negeri maupun Swasta.

Perguruan Tinggi Negeri yang cukup terkenal di kota ini adalah Universitas Mataram yang sering disingkat Unram. Selain itu terdapat juga Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram, Sekolah Tinggi Pendidikan Dalam Negeri (STPDN) untuk wilayah Nusa Tenggara. Sementara Perguruan Tinggi Swasta diantaranya adalah Universitas Al-Azhar (Unizar), Universitas Nahdlatul Wathan Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram, IKIP Mataram, Universitas NTB, Universitas 45 Mataram, Universitas Saraswati, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Mataram, STIE Mataram, dan berbagai macam akademi-akademi atau perguruan tinggi lainnya.