Selasa, 14 April 2009

Desa Sade










Rumah asli orang2 suku sasak yang mendiami pulau Lombok (dititipin desa Sade Rembitan di shoutbox ma temen). Rumah asli suku sasak ini hingga sekarang masih ditemukan di desa Sade Rembitan. Desa ini terletak di bagian selatan Pulau Lombok yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Lombok tengah. Kalo kita mau menuju ke pantai Kute-Lombok kita akan melewati desa ini, dari jalan raya arah ke pantai desa ini pasti akan terlihat karena terletak diatas bukit. Kondisi dan keaslian desa Sade hingga saat ini masih tetap utuh terjaga, semua dinding2 rumahnya terbuat dari anyaman bambu serta beratapkan ilalang.Selain melihat hasil tenunan, wisatawan juga bisa melihat tentang rumah adat suku Sasak yang disebut Bale Tani. Rumah adat ini terbuat dari kayu, bambu dan daun rumbia sebagai atapnya.Bale Tani ini terdiri dari dua bagian yaitu emperan dan ruang dalam. Ruangan ini dipisahkan dengan pintu yang cukup kuat. Emperan tempat bapak, ibu dan anak laki-laki tidur. Sedangkan ruang dalam dipergunakan untuk anak gadis dan ibu melahirkan.Emperan ini dibuat tinggi di atas lutut orang dewasa. Kemudian ruang dalam dihubungkan dengan tiga trap untuk menuju pintu masuk. Di emperan ada tempat tidur dan tikar sebagai alas tidur.Hasil tenunan warga Sade berupa taplak meja, kain sarung, kain sal, kain songket, selendang dan lain-lain. Tenunan tersebut dipajang di emperan-emperan rumah mereka atau di gasebo yang ada di sekitar rumah. Sedangkan para wisatawan bisa berkeliling menyusuri lorong kecil dari rumah ke rumah warga Sade.

Desa Sade berada di pinggir jalan dari Kota Mataram menuju Prayan, ibukota Lombok Tengah. Jarak dari kota Mataram kurang lebih 20 kilometer atau setengah jam perjalanan dengan mobil. Bagi wisatawan yang hendak ke sana bisa menggunakan angkutan umum dari Kota Mataram menuju Prayan. Cukup banyak angkutan umum di sini.Desa Sade yang berada di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah dihuni 152 kepala keluarga (KK) dan jumlah keluarga sekitar 700 orang. Seluruh kepala keluarga di desa tersebut mempunyai mata pencaharian petani. Sedangkan kaum wanitanya memiliki pekerjaan sampingan menenun dengan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar