Kamis, 14 Februari 2013

Masjid Al-Munawwar

 
Tidak banyak masjid dengan skala luas dan bangunan megah yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Memang, di provinsi tersebut Islam bukan merupakan agama mayor it as penduduknya. Salah satu masjid yang cukup terkemuka di provinsi tersebut adalah Masjid Al-Munawwar yang rerlokasi di Kelurahan Molinow, Kota Kotamobagu. Masjid ini sebenarnya telah berdiri kokoh sejak tahun 1963, namun kala itu bangunannya terbuat dari kayu. Seiring perkembangan zaman dan pertambahan jumlah penduduk setempat, dirasa perlu untuk adanya sarana ibadah yang lebih besar dan representatif sehingga kemudian dibangunlah masjid yang ada saat ini.

Ada cerita menarik saat pemilihan lokasi masjid ini. Saat itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, sebagian masyrakat di sana melihat seberkas cahaya turun di suatu tempat, yakni tempat masjid sekarang dibangun. Masyarakat meyakini cahaya itu sebagai petunjuk dari Allah Swt. Posisi ini cukup strategis mengingat terletak di persimpangan empat jalan utama di Kota Kotamobagu yaitu Jalan Gatot Soebroto, Jalan H. Zakaria Imban, Jalan Adampe Dolot, dan Jalan Veteran. Keberadaannya bisa dijadikan landmark yang langsung terlihat ketika memasuki kota Kotamobagu.

Dari segi tata bangunan, masjid ini memiliki satu kubah besar dengan empat menara yang tidak berdiri sendiri namun berada di bagian atas bangunan utama masjid. Masjid berdiri kokoh dengan ditopang 16 tiang utama penyangga bangunan yang terbagi dari delapan tiang utama di lantai satu dan delapan tiang utama di lantai dua. Pada bagian dalam masjid, seni kaligrafi menjadi pilihan untuk mempercantiktampilan. Beragam surat Al Quran terlukis di sana, seperti surat Al-Fatihah, An-Naas, Al-lkhlas, Al- Falah, Ayat Kursi, kalimat syahadat dan surat lainnya. Kaligrafi yang terlihat cukup mencolok terletak pada bagian mimbar khotbah yang terbuat dari kayu jati. Tertulis dalam huruf Arab yang artinya, “Sesungguhnya orang yang mulia di sisi Allah yaitu orang yang bertakwa”, “Sesungguhnya agama yang mulia di sisi Allah adalah Agama Islam”, ” Dan ingatlah Tuhanmu jika engkau lupa.”

Di pintu gerbang masjid tertulis dalam bahasa Arab yang bermakna mengajak manusia untuk memakmurkan masjid, serta kaligrafi Asma’ul Husna. Selain sebagai tempat ibadah utama, masjid ini juga menjadi pusat syiar Islam di Kelurahan Molinow dan Kota Kotamobagu. Berbagai kegiatan dilaksanakan di sini seperti pengajian dan pengkajian Al-Quran, tazkir-tazkir, manasik haji dan umrah hingga sebagai sarana pertemuan bagi tokoh masyarakat, pemuka agama, dan masyarakat.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar