Minggu, 16 Desember 2012

Kota Sofifi

 
Kota Sofifi adalah ibukota baru Provinsi Maluku Utara sejak 4 Agustus 2010[1]. Kedudukannya sebagai ibukota provinsi sudah di rencanakan sejak pecahnya Maluku Utara dari Maluku tahun 1999, Ternate menjadi ibukota sementara provinsi ke-27 Indonesia itu. Sofifi merupakan ibukota resmi provinsi Maluku Utara. Namun aktifitas keseharian pemerintahan provinsi masih terpusat di ibukota lama Maluku Utara, Ternate. Secara administrasi pemerintahan, Sofifi sendiri merupakan ibukota Kecamatan Oba Utara, bagian dari Kota Tidore Kepulauan. Maluku Utara merupakan satu-satunya provinsi Indonesia yang ibukotanya terletak di sebuah Kota, tetapi tidak mengambil nama kota tersebut sebagai ibukota provinsinya.

Gubernur Maluku Utara, Thaib Armain telah menetapkan ibukota Maluku Utara akan dipindah ke Sofifi awal tahun 2007. Keterlambatan ini disebabkan oleh kurangnya infrastruktur di kota tersebut. Sofifi berada di Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore dan merupakan bagian dari poros Pulau Halmahera, di seberang Pulau Ternate.
 
Kota Sofifi merupakan ibukota Provinsi Maluku Utara yang akan dinaikkan menjadi kotamadya. Kecamatan yang mungkin bergabung, meliputi:  Kecamatan   Oba, Kecamatan Oba Selatan, Kecamatan  Oba Tengah, Kecamatan   Oba Utara.
 
Rencana penetapan dan pemindahan ibukota provinsi Maluku Utara ke Sofifi dianggap sebuah perencanaan wilayah yang wajar. Disamping untuk memperluas jangkauan pembangunan, memperpendek rentang pembangunan dan memeratakan program/hasil pembangunan, juga pemindahan pusat pemerintahan daerah ini bermaksud memfungsikan kembali pulau Halmahera yang merupakan pulau terbesar dan kaya akan potensi alam dan mineral di provinsi ini sebagai sentral pembangunan dan pusat keramaian baru. Ketersediaan lahan yang masih luas, serta posisi Sofifi yang tepat berada di tengah pulau Halmahera merupakan daya tarik kuat sebagai tempat untuk menyebarkan dan melaksanakan program-program pembangunan ke seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara.

Untuk membuat fungsi kota Sofifi sebagai ibukota provinsi berjalan, mungkin diperlukan waktu yang cukup lama. Sarana dan prasarana infrastruktur merupakan syarat mutlak agar ibukota yang baru ini berfungsi. Memindahkan aktivitas setingkat provinsi dari kota Ternate ke kota ini bukanlah hal yang mudah. Pola masyarakat kita yang terbiasa akan pusat keramaian dan lengkapnya fasilitas sebuah perkotaan merupakan parameter yang mesti diantisipasi oleh Pemda Maluku Utara agar fungsi ibukota baru ini dapat berjalan.

Karena ibukota lama, Ternate dengan Sofifi terpisahkan oleh laut, maka prioritas utama adalah membangun prasarana dermaga kapal di Sofifi serta ketersediaan transportasi laut yang memadai dari dan menuju ke dua kota itu. Juga hal yang terpenting adalah sarana pendidikan. Para komuter yang biasanya pulang pergi dari ibukota lama dengan berbagai alasan, maka dengan tersedianya sarana sekolah yang bagus dan berkualitas buat keluarga mereka, mungkin secara bertahap akan mengubah pola aktifitas hidup mereka dengan menetap di ibukota baru tersebut. Membuat sebuah universitas yang bagus serta lengkap merupakan langkah awal yang bagus untuk kemajuan kota ini kelak.

Disamping itu terlepas dari semuanya, ada hal yang paling penting untuk memajukan kota baru ini adalah kerelaan dari para aparat Pemda terutama di level tertinggi untuk berdiam dan beraktivitas di tempatnya bertugas minimal selama pada hari hari kerja. Dengan demikian, aktifitas roda pemerintahan daerah dapat berjalan dan berfungsi dengan baik. Tanpa kesadaran seperti ini, semua sarana dan prasarana yang telah dan akan dibangun tidak akan sia-sia atau mubazir.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar