Rabu, 19 Desember 2012

Kota Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan

 
 
Kabupaten Tapanuli Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Utara, Indonesia. Ibu kotanya ialah Sipirok. Kabupaten ini awalnya merupakan kabupaten yang amat besar dan beribukota di Padang Sidempuan. Daerah-daerah yang telah berpisah dari Kabupaten Tapanuli Selatan adalah Mandailing Natal, Kota Padang Sidempuan, Padang Lawas Utara dan Padang Lawas Selatan. Setelah pemekaran, ibukota kabupaten ini pindah ke Sipirok.

Di kabupaten ini terdapat objek wisata Danau Marsabut dan Danau Siais. Bahasa yang digunakan masyarakatnya adalah bahasa Batak Angkola. Agama mayoritas penduduknya adalah Islam. Sebuah lapangan terbang terdapat di Kecamatan Aek Godang. Slogan kabupaten ini adalah Sahata Saoloan (Bahasa Batak) yang artinya Seia Sekata. Di sebelah utara, kabupaten ini berbatasan dengan kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. Di bagian timur, berbatasan dengan kabupaten padang lawas dan padang lawas utara, sebelah barat dan selatan berbatasan dengan kabupaten mandailing, dan tepat di tengah wilayahnya, terdapat kota Padangsidimpuan yang seluruhnya dikelilingi oleh kabupaten ini.

Secara garis besar, kabupaten ini dilintasi oleh bukit barisan, sehingga diseluruh penampakannya pasti terlihat bukit dimana-mana. Kabupaten ini masih memiliki daerah reservasi air di kawasan hutan Batang Toru yang masih kaya akan flora dan fauna yang sudah langka seperti kancil, rusa, kelinci, harimau, kucing hutan, tapir, anggrek hutan dan lain-lain. Dan sekarang sudah diusulkan menjadi kawasan Hutan Lindung. Karena sudah sangat rawan dengan perambahan hutan yang mengancam kehidupan yang ada di sekitar kawasan tersebut.

Terdapat beberapa bukit dan gunung yang terkenal, antara lain Gunung Lubuk raya, Gunung Sibual-buali (masih aktif, dan memiliki geyser dan sumber air panas yang di tampung di dua kolam pemandian umum di daerah sipirok, bukit (tor) Simago-mago, dan lain-lain. Kabupaten Tapanuli Selatan banyak memiliki objek wisata yang menarik, antara lain Danau Buatan Cekdam (di daerah Pargarutan), Danau Siasis, Danau Marsabut, Pemandian Aek Parsariran (di daerah Batang Toru), Pemandian Aek Sijorni, bukit (tor) Simago-mago (sipirok), Istana Adat di Muara Tais, wisata kerajinan tenun kain ulos tradisional dan panorama alam yang sejuk di daerah sipirok. Secara umum, mata pencaharian masyrakat kabupaten Tapanuli Selatan adalah petani dan berkebun. Hasil pertanian yang terkenal adalah kopi, padi, karet, kakao, kelapa, kayu manis, kemiri, cabe, bawang merah, bawang daun, dan sayur-sayuran.

Sipirok adalah sebuah kecamatan, sekaligus pusat pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Indonesia. Di kecamatan ini terdapat Danau Marsabut. Kecamatan ini merupakan tempat lahir Merari Siregar, seorang pengarang angkatan Balai Pustaka. Luat Siregar, wali kota Medan dari 3 Oktober 1945 hingga 10 November 1945, juga lahir di kecamatan ini. Lafran Pane Pendiri Organisasi Mahasiswa tebesar se Indonesia yakni Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) juga lahir dari daerah ini, serta banyak tokoh besar lainnya seperti Hariman Siregar tokoh besar Pergerakan Mahasiswa yang diingat sejarah dalam peristiwa "MALARI" dan menjadi rujukan pergerakan hingga masa reformasi ini, juga berasal dari wilayah ini.

Ciri khas dari kecamatan ini adalah aek milas (pemandian yang mengandung belerang) salah satunya aek milas parandolok. Kecamatan Sipirok juga terkenal dengan hasil kerajinan industri kecilnya seperti pengrajin manik-manik, pengrajin ulos, dan keramik. Kecamatan Sipirok juga menghasilkan karet (dalam jumlah kecil) dan kopi. Di kecamatan Sipirok dibangun pusat produksi kerajinan di bawah naungan BUMD Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan. Sudah banyak memproduksi speed boat, kursi, meja, dan peralatan rumah tangga lainnya. selain itu, sebenarnya kecamatn sipirok juga mempunyai potensi pertanian yang besar, akan tetapi sampai sekarang potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Di sini juga terdapat rumah adat tradisional Batak Angkola yang disebut Bagas Godang (bahasa Angkola yang artinya Rumah Besar).

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar