Sabtu, 01 Desember 2012

Kota Ungaran Kabupaten Semarang


Kabupaten Semarang, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukotanya adalah Kota Ungaran. Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Semarang di utara; Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan di timur; Kabupaten Boyolali di timur dan selatan; serta Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Kendal di barat.Kabupaten Semarang pertama kali didirikan oleh Raden Kaji Kasepuhan (dikenal sebagai Ki Pandan Arang II) pada tanggal 2 Mei 1547 dan disahkan oleh Sultan Hadiwijaya. Kata "Semarang" konon merupakan pemberian dari Ki Pandan Arang II, ketika dalam perjalanan ia menjumpai deretan pohon asam (Bahasa Jawa: asem) yang berjajar secara jarang (Bahasa Jawa: arang-arang), sehingga tercipta nama Semarang.

Ketika masa pemerintahan Bupati Raden Mas Soeboyono, pada tahun 1906 Pemerintah Hindia Belanda membentuk Kotapraja (gemente) Semarang, sehingga terdapat dua sistem pemerintahan, yaitu kotapraja yang dipimpin oleh burgenmester, dan kabupaten yang dipimpin oleh bupati.Kabupaten Semarang secara definitif ditetapkan berdasarkan UU Nomor 13 tahun 1950 tentang pembentukan kabupaten-kabupaten dala m lingkungan provinsi Jawa Tengah. Pada masa pemerintahan Bupati Iswarto (1969-1979), ibukota Kabupaten Semarang secara de facto dipindahkan ke Ungaran. Sebelumnya pusat pemerintahan berada di daerah Kanjengan (Kota Semarang).

Pada tahun 1983, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1983 tentang Pemindahan Ibukota Kabupaten Semarang ke Kota Ungaran di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Semarang, Kota Ungaran yang sebelumnya berstatus sebagai kota kawedanan ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten Semarang, yang sebelumnya berada di wilayah Kotamadya Semarang. Sejak itulah setiap tanggal 20 Desember 1983 ditetapkan sebagai hari jadi Kota Ungaran sebagai ibukota Kabupaten Semarang.Pada tahun 2005, kecamatan Ungaran dimekarkan menjadi dua, yakni Ungaran Barat, Semarang dan Ungaran Timur, Semarang.Slogan Kabupaten ini adalah sebagai Bumi Serasi yang merupakan akronim dari "Sehat, Rapi, Aman, Sejahtera, dan Indah".Batas administrasi Kabupaten adalah sebelah Utara berbatasan dengan Kota Semarang, dan Kabupaten Demak. 
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang, Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Grobogan. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Kendal. Ditengah-tengah wilayah ini terdapat Kota Salatiga. Rata-rata ketinggian tempat di Kabupaten Semarang 607 meter di atas permukaan laut. Daerah terendah di Desa Candirejo Kecamatan Ungaran. Daerah tertinggi di Desa Batur Kecamatan Getasan.Ungaran, ibukota kabupaten ini, tepat berbatasan dengan Kota Semarang. Bagian timur wilayah kabupaten ini merupakan dataran tinggi dan perbukitan. Sungai besar yang mengalir adalah Sungai Tuntang. Di bagian barat wilayahnya berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Ungaran (2.050 meter) di perbatasan dengan Kabupaten Kendal, serta Gunung Merbabu (3.141 meter) di barat daya.

Kabupaten Semarang dilintasi jalan negara yang menghubungkan Yogyakarta dan Surakarta dengan Kota Semarang atau lebih dikenal dengan "JOGLO SEMAR". Angkutan umum antarkota dilayani dengan bis, yakni di terminal bus Sisemut (Ungaran), Bawen, dan Ambarawa. Beberapa rute angkutan regional adalah: Semarang-Solo, Semarang-Yogyakarta, dan Semarang-Purwokerto, sedang rute angkutan lokal adalah Semarang-Ambarawa dan Semarang-Salatiga, Salatiga - Ambarawa.Bawen merupakan kota persimpangan jalur menuju Solo dan menuju Yogyakarta atau Purwokerto. Jalur kereta api Semarang-Yogyakarta merupakan salah satu yang tertua di Indonesia, namun saat ini tidak lagi dioperasikan, sejak meletusnya Gunung Merapi yang merusakkan sebagian jalur tersebut. Jalur lain yang kini juga tidak beroperasi adalah Ambarawa-Tuntang-Kedungjati. Di Ambarawa terdapat Museum Kereta Api. Kereta api uap dengan rel bergerigi kini dugunakan sebagai jalur wisata dengan rute Ambarawa-Bedono, di samping itu telah dikembangkan kereta wisata Ambarawa - Tuntang PP. dengan menyusuri tepian Rawapening. Kota Salatiga terletak di tengah-tengah wilayah Kabupaten Semarang, berada di jalur utama Semarang-Solo.
Kabupaten Semarang terdiri atas 19 kecamatan, yang dibagi lagi atas 208 desa dan 27 kelurahan. Ibukota kabupaten adalah Ungaran.Jumlah penduduk Kabupaten Semarang pada tahun 2009 sebanyak 978.253 jiwa yang terdiri dari 497.227 jiwa (51%) penduduk laki-laki dan 493.431 jiwa (49%) penduduk perempuan. Jumlah penduduk tersebut tersebar ke-19 kecamatan yang menjadi wilayah Kabupaten Semarang dengan jumlah penduduk terendah adalah di Kecamatan Bancak dengaan jumlah penduduk 25.917 jiwa dan kecamatan yang paling banyak penduduknya adalah di Kecamatan Ungaran Barat dengan jumlah penduduk sebanyak 93.012 jiwa. Adapun sex ratio-nya tampak tidak terlalu banyak selisih yaitu hampir rata-rata di semua kecamatan, namun di Kecamatan Tengaran sex ratio-nya tertinggi yaitu 1,3% dan terendah di Kecamatan Susukan sebesar 0.9%.

Komposisi penduduk menurut kelompok usia dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu usia produktif dan usia non produktif, sedangkan untuk usia non produktif sendiri dibedakan menjadi 2 (dua) lagi, yaitu usia belum produktif (usia sekolah) dan usia tidak produktif. Kelompok usia > 65 belum produktif (usia sekolah 15 - 64 Tahun; adalah antara usia 0 sampai 14 tahun yang merupakan tanggungan orang tua, karena mereka belum bisa bekerja, sedangkan yang termasuk dalam usia tidak produktif adalah usia 60 tahun ke atas. Adapun untuk usia produktif adalah usia antara 15 tahun sampai dengan usia 64 tahun. Berdasarkan jumlah penduduk menurut kelompok umur, maka kelompook umur tertinggi adalah kelompok umur 15 - 64 tahun dengan jumlah penduduk 724.896 jiwa atau sekitar 73% sedangkan kelommpok umur terkecil adalah kelompok umur diatas 65 tahun dengan jumlah penduduk 65.974 jiwa atau 7% dari jumlah penduduk Kabupaten Semmarang.

Wilayah yang mempunyai kepadatan atau sebaran permukiman yang padat yaitu daerah pusat kota (Kecamatan Ungaran), wilayah di sepanjang koridor Semarang – Bawen maupun wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang dan Kota Salatiga. Hal ini, karena wilayah tersebut merupakan daerah tujuan atau limpahan penduduk dari Kota Semarang dan Kota Salatiga. Sedangkan wilayah yang memiliki sebaran permukiman yang relatif tidak padat yaitu wilayah Kecamatan Bancak maupun daerah yang berada jauh dari pusat kota.Jumlah pemeluk agama Islam di Kabupaten Semarang sebesar 876.139 orang (92%) sedangkan jumlah pemeluk agama Kristen sebanyak 35.218 orang (4%), agama Katolik sebanyak 24.275 orang (3%), Buddha sebanyak 6.605 orang (1%), agama Hindu dan Konghucu hanya minoritas dan tercatat sebanyak 354 orang dan 400 orang.

Sarana Ibadah yang ada di Kabupaten Semarang terdiri dari Mesjid, Langgar, Gereja, Pura, dan Vihara. Jumlah langgar dan mushola di Kabupaten Semarang cukup besar yaitu sejumlah 2.666 buah (61%) dan jumlah masjid sebanyak 1.562 buah (33%). 100 Gereja (Kristen dan Katolik), selain itu Kabupaten Semarang juga memiliki 8 pura dan 5 Vihara.2 Klenteng untung para penganut Agama KhongHucu, Tao , maupun Budha. Khusus agama khonghucu belum ada tempat khusus bagi mereka untuk beribadah, tempat Ibadah Umat Khonghucu disebut Lidang. sehingga klenteng tersebut sering disebut dengan klenteng Tri Dharma karena digunakan oleh tiga agama/kepercayaan yang berbeda. 2 Situs Candi : Gedongsongo dan Candi Ngempon yang masih berfungsi sebagai tempat ibadah dan ritual para penganut Agama Hindu . sekalipun lebih sering digunakan sebagai Obyek wisata bagi Penganut Agama yang lain.

Fasilitas keagamaan lainya yang ada di Kabupaten Semarang adalah pondok pesantren yaitu sejumlah 127 buah dengan jumlah santri 13.809 orang dan jumlah kiai/ustad sebannyak 2.527 orang.Panti asuhan di Kabupaten Semarang berjumlah 26 buah sedangkan panti sosial bina remaja 1 buah dan panti sosial tresna wer da sebanyak 3 buah, panti sosial grahita 4 buah, panti sosial bina laras 2 buah. Jumlah seluruh penghuni panti asuhan sebanyak 1.405 jiwa.Mata pencaharian penduduk di Kabupaten Semarang pada umumnya masih bekerja di bidang pertanian, hal ini sesuai dengan potensi wilayah Kabupaten Semarang sebagian besar masih merupakan lahan pertanian. sedangkan posisi kedua di duduku oleh Para pekerja Industri, yang diperkirakan dalam beberapa tahun ke depan akan mendominasi menggantikan para pekerja bidang pertanian.

Industri Farmasi di Kabupaten Semarang tercatat 15 buah yang terdiri dari apotek 10 buah yang terletak di Kecamatan Ambarawa 8 buah dan Bawen 2 buah, produksi obat tradisional 5 buah yang ada di Kecamatan Ambarawa 3 buah dan Bergas 2 buah serta gudang farmasi 1 buah yang merupakan gudang farmasi milik Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang sedangkan industri narkotika tidak ada.
Potensi Sumber daya alam Kabupaten Semarang sangat menunjang kelangsungan hidup dan pertumbuhan kepariwisataan daerah yang secara kompetitif unggul dibandingkan daerah lain. Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu yang berpagut erat ditandu Gunung Telomoyo, Gajah Mungkur, Gunung Mergi serta perbukitan dengan Rawa Pening sebagai sumber inspirasi yang terus mengalir dalam sebaran bola lampu dan gemercik aliran sungai Tuntang merupakan sumber daya alami yang mampu memposisikan daerah ini sejajar lebih tinggi dari daerah tujuan wisata lain di Jawa Tengah. Didukung oleh kemudahan aksestabilitas jalur lalu lintas ekonomi menuju semua obyek wisata, menjadikan paket perjalanan wisata dapat mencapai banyak obyek wisata dalam waktu yang singkat.

Candi Ngempon terletak di Kelurahan Ngempon Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang, berjarak sekitar 2 Km dari Pasar Karang Jati. Merupakan Situs Candi Tertua yang dapat Ditemukan di Pulau Jawa, yang diyakini merupakan pusat Penggemblengan Para Kasta Brahmana untuk dididik sebagai Mpu, atau Empu. baik dibidang, olah kanuragan, Sastra budaya maupun Kerohanian. Sehingga tempat situs Candi tersebut berada, di Kenal dengan Nama Ngempon, yang berasal dari kata Empu atau Ngempu. Sampai dengan beberapa tahun yang lalu masih sering ditemukan benda benda dan piranti untuk pembuatan keris maupun senjata lain, serta patung dan relief yang saat ini diyakini berada di beberapa musem di Jawa Tengah, Jakarta, belanda maupun sebagian besar di tangan kolektor. Di Sekitar Candi Ngempon terdapat beberapa Mata Air hangat, dan ternyata setelah digali merupakan bagian penting dari candi tersebut . Petirtaan bukan sekedar bagian dari ritual agama, namun juga sebagai penggemblengan para Empu. Dengan Kadar Mineral yang tinggi telah dimanfaatkan Air di petirtaan tersebut digunakan sebagai saraana pengobatan, pencelupan keris, disamping sebegai bagian dari upacara pensucian diri. Saat ini Candi tersebut masih cukup Aman dari penggusuran lahan, karena Kelurahan Ngempon juga merupakan Sentra industri, obat obatan baik dari Timur ( Sidomuncul) Maupun dari Barat ( PT Gracia Husada Farma), Industri Sandang ( Kamaltex), Industri Pecaah Belah ( PT Kedaung) dan masih banyak lagi. Serta di tempat itu pula bernaung para Empu Bidang Seni Misal Ki Sariyo, Bayu Ramli maupun Sang EMPUnya RS Ken Saras.

Sebuah komplek candi yang berada di kaki Gunung Ungaran, tepatnya di Desa Candi, Kecamatan Bandungan yang berjarak 9 km dari kota Ambarawa dan 12 km dari kota Ungaran. Ditemukan oleh Raffles pada tahun 1804. Candi Gedongsongo termasuk salah satu peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Sanjaya pada abad IX (tahun 921 M).Juga merupakan wisata alam dengan hawa yang sejuk dan pemandangan alamnya yang indah juga dilengkapi pula dengan pemandian air panas, area perkemahan, wisata berkuda, Wahana panjat tebing alam dan buatan. Disekitar lokasi juga terdapat Penginapan dan hotel.

Museum Perjuangan Palagan Ambarawa Sebuah monumen sejarah Bangsa Indonesia yang dilengkapi dengan museum yang mempunyai koleksi persenjataan kuno peninggalan penjajah. Lokasinya pun mudah dijangkau, karena berada dipinggir jalan utama Semarang Jogja serta dekat dengan wisata museum kerata api karena letaknya di kota Ambarawa.Museum Kereta Api Ambarawa di Pusat Kota Ambarawa Wisata Sejarah sebagai satu-satunya museum peninggalan berteknologi kuno di Indonesia yang digunakan sebagai alat transportasi Bangsa Indonesia sebelum kemerdekaan sampai dengan tahun 1964.Jarak tempuh Meseum Kereta Api Ambarawa dari Kota Ungaran adalah 15 km, sedangkan dari Kota Semarang adalah 35 km. Daya Tarik Meseum Kereta Api ini berupa nilai historis dari alat transportasi berupa ketel uap yang merupakan implikasi penemuan mesin uap oleh James Watt. Museum KA juga menyediakan paket wisata menumpang kereta api tenaga uap melalui rel bergerigi dari Ambarawa menuju Stasiun Jambu pulang-pergi (PP). Di samping itu pengunjung juga dapat menyusuri tepian Rawa pening dengan menggunakan kereta wisata lori dari Ambarawa menuju Stasiun Tuntang PP.

Rawa Pening terletak di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, Gunung Ungaran dan Gunung Kendali Sodo. Berada di wilayah kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang dan Banyubiru. Rawa Pening ("pening" berasal dari "bening") adalah danau sekaligus tempat wisata air dengan luas 2.670 hektar.Jarak tempuh : - dari Kota Ungaran : 15 km, - dari Kota Semarang : 45 km, dan - dari Kota Salatiga : 5 km. Daya tarik Rawa Pening meliputi: Wisata Tirta dengan perahu tradisional, area pemancingan alam, penghasil enceng gondok sebagai bahan kerajinan, sumber mata pencaharian nelayan dan petani ikan, sebagai sarana pembangkit listrik dan obyek fotografi yang sangat mempesona. Rawa Pening terkenal dengan legendanya Baru Klinthing. Kawasan wisata agro terletak di Desa Delik, Kecamatan Tuntang berjarak 1 km dari jalan raya Semarang Solo (Tuntang). Selain kita bisa menikmati perkebunan kopi yang ada, Kebun Tlogo juga memiliki pemandangan alam yang indah yang dilengkapi pula dengan home stay, kolam renang, outbond, area pancing, dan rumah makan.Kebun Tlogo diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah 30 Oktober 1999 sebagai bagian dari Perusahaan Daerah Perkebunan Tlogo. Obyek wisata ini bisa ditempuh dari Semarang (40 km), dari Yogyakarta (80 km), dari Solo (60 km). Obyek wisata ini terletak di ketinggian 400 - 675 m dpl (di atas permukaan laut), dengan dikelilingi oleh pemandangan berbagai obyek seperti Danau Rawa Pening, Gunung Merbabu, Telomoyo dan Ungaran. Kawasan Tlogo didominasi oleh perkebunan kopi seluas 97 ha, perkebunan karet 233 ha, perkebunan cengkeh 64 ha dan perkebunan buah-buahan tropis 20 ha (pisang, durian, rambutan, pepaya dll). Total luas area yang dikuasi pekebunan Tlogo mencakup 414 ha.

Suhu udara berkisar 23 - 30 °C, berhawa sejuk dengan panorama perbukitan. Wisatawan bisa melakukan coffee walk (menyusuri jalan setapak di sela-sela perkebunan kopi), melihat kegiatan petani sewaktu bekerja memetik buah kopi, menyadap karet. Panen kopi bersifat musiman yaitu pada periode bulan Juli sampai Oktober setiap tahun. Bahkan wisatawan diajak berkunjung menyaksikan prosesing getah karet menjadi karet. Wisatawan yang ingin bermalam disediakan cottage.Industri Kecil yang ada di Kabupaten Semarang seluruhnya berjumlah 1439 buah yang meliputi Industri makanan 519 unit (36%), Kayu 290 unit (20%) dan kain tenun 183 unit(13%) serta industri kecil lainnya 318 unit(22%). Dari sekian banyak jenis industri kecil tersebut, industri makanan merupakan industri kecil terbanyak yang ada di Kabupaten Semarang dan setiap tahunnya semakin bertambah. Pada tahun 2009 menjadi 1.355 unit dengan peningkatan jumlah tenaga kerja sebesar 2.200 orang menjaadi 12.053 orang. Adapun jumlah nilai produksi industri kecil menengah ini sebesar 140 milyar rupiah. Jumlah industri besar yang ada di Kabupaten Semarang tercatat 183 unit dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 76.954 orang. Jumlah nilai produksinya pun cukup besar yaitu mencapai 5 trilyun rupiah.

Makam Nyatnyono Terletak di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat. Merupakan makam keluarga Bambang Kertonadi yang diyakini masyarakat sebagai wali, penyiaran Agama Islam. Mempunyai legenda terjadinya desa Nyatnyono. Air muncul yang ada di sendang Nyatnyono di sekitar makam dipercaya orang dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan dikenal dengan nama sendang Kalimah Thoyibah.Vihara Gunung Kalong Terletak di Gunung Kalong, Susukan yang dari puncaknya dapat melihat kota Ungaran. Di sini terdapat Vihara Buddha-Gaya yang hampir setiap tahun sekali dikunjungi masyarakat untuk melaksanakan nadar/kaul. Mempunyai legenda Pandanaran sebagai terjadinya Desa Susukan. Lokasi wisata ini pada tahun 2003 masuk MURI dengan naga terpanjangnya.Gua Maria Kerep Terletak di Panjang, Ambarawa, Semarang, merupakan tempat bagi umat Nasrani untuk menikmati ziarah sambil mengenang kehidupan Yesus Kristus 2000 tahun yang lalu, dengan memvisualisasikan beberapa tempat di israel yang dihadirkan dalam bentuk Taman Doa.Industri Rumah tanggga tercatat 9.405 unit dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 680.410 orang.

Jumlah pasar tradisional di Kabupatenn Semarang berjumlah 33 buah, pasar swalayan 4 buah serta pasar grosir sebanyak 2 buah. Adapun berdasarkan jenis bangunannya 33 unit pasar sudah merupakan pasar bangunan permanen. Semeentara itu, jumlah restoran sebanyak 7 unit dan rumah makan sebanyak 58 unit. Jumlah koperasi di Kabupaten Semarang sebanyak 591 buah dengan total jumlah koperasi aktif sebesar 549 buah sedangkan jumlah KUD hanya 14 buah. Pengusaha di Kabupaten Semarang terkelompok menjadi pengusaha kecil, pengusaha menengah dan pengusaha besar. Jumlah pengusaha kecil tercatat sebanyak 3.295 orang, pengusaha besar hanya sebanyak 166 orang. Jumlah penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Semarang, terbesar dari jenis usaha besar yaitu sebesar 71%, penyerapan tenaga kerja usaha menengah hanya sekitar 2,7% sedangkan jenis usaha kecil dapat menyerap tenaga kerja sebesar 10,3%.Lembaga keuangan merupakan salah satu elemen vital dalam pertumbuhan daerah hal mana arus perputaran uang yang cukup tinggi dapat meningkatkan kemajuan daerah tersebut. jumlah perbankan di Kabupaten Semarang tercatat 6 buah yang merupakan milik pemerintah dan 24 buah milik swasta nasional serta 2 buah bank milik pemerintah daerah. Adapun lembaga non perbankan yang ada di Kabupaten Semarang berbentuk modal ventura dan lembaga keuangan mikro yang masing-masing berjumlah 4 dan 256 unit.

Jumlah PMA di Kabupaten Semarang pada tahun 2009 sebanyak 8 buah Tingkat investasi PMA tahun 2008 adalah senilai Rp.259.550.000.000,- dan tingkat investasi PMDN adalah senilai RRp.15.000.000.000,- dan terbesar investasi tersebut dialokasikan pada sektor industri pengolahan. Adapun total investasi swasta di Kabupaten Semarang adalah sejumlah Rp. 277.550.000.000,-

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar