Museum Affandi

Museum Affandi diresmikan oleh Fuad Hassan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu dalam sejarahnya telah pernah dikunjungi oleh Mantan Presiden Soeharto dan Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr.

Kota Balikpapan

Kota Balikpapan adalah salah satu kota di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 503,3 km² (? luas Jakarta) dan berpenduduk sebanyak 559.126 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010).

Pantai Pink / pink Beach

Pantai Pink atau lebih dikenal sebagai Pink Beach adalah salah satu pantai terindah di dunia. Karena warna Pasir pantainya yang berbeda dari warna pasir pantai biasanya, tak heran jika pantai ini kini menjadi primadona wisata Indonesia.

Danau Paniai Papua Barat

Danau Paniai ini memang belum dikelola dengan baik oleh pemerintah kabupaten paniai.. berbeda dengan danau sentani yang ada dikota jayapura.

Wisata kampung batu Malakasari

Kawasan seluas 50.000 m2 ini adalah lahan bekas area penambangan batu alam tradisional sampai tahun 1970, kemudian bagian-bagian cekungnya terisi air hujan sehingga membentuk danau yang memiliki panorama yang unik

Tampilkan postingan dengan label maluku utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maluku utara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Desember 2012

Kota Sofifi

 
Kota Sofifi adalah ibukota baru Provinsi Maluku Utara sejak 4 Agustus 2010[1]. Kedudukannya sebagai ibukota provinsi sudah di rencanakan sejak pecahnya Maluku Utara dari Maluku tahun 1999, Ternate menjadi ibukota sementara provinsi ke-27 Indonesia itu. Sofifi merupakan ibukota resmi provinsi Maluku Utara. Namun aktifitas keseharian pemerintahan provinsi masih terpusat di ibukota lama Maluku Utara, Ternate. Secara administrasi pemerintahan, Sofifi sendiri merupakan ibukota Kecamatan Oba Utara, bagian dari Kota Tidore Kepulauan. Maluku Utara merupakan satu-satunya provinsi Indonesia yang ibukotanya terletak di sebuah Kota, tetapi tidak mengambil nama kota tersebut sebagai ibukota provinsinya.

Gubernur Maluku Utara, Thaib Armain telah menetapkan ibukota Maluku Utara akan dipindah ke Sofifi awal tahun 2007. Keterlambatan ini disebabkan oleh kurangnya infrastruktur di kota tersebut. Sofifi berada di Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore dan merupakan bagian dari poros Pulau Halmahera, di seberang Pulau Ternate.
 
Kota Sofifi merupakan ibukota Provinsi Maluku Utara yang akan dinaikkan menjadi kotamadya. Kecamatan yang mungkin bergabung, meliputi:  Kecamatan   Oba, Kecamatan Oba Selatan, Kecamatan  Oba Tengah, Kecamatan   Oba Utara.
 
Rencana penetapan dan pemindahan ibukota provinsi Maluku Utara ke Sofifi dianggap sebuah perencanaan wilayah yang wajar. Disamping untuk memperluas jangkauan pembangunan, memperpendek rentang pembangunan dan memeratakan program/hasil pembangunan, juga pemindahan pusat pemerintahan daerah ini bermaksud memfungsikan kembali pulau Halmahera yang merupakan pulau terbesar dan kaya akan potensi alam dan mineral di provinsi ini sebagai sentral pembangunan dan pusat keramaian baru. Ketersediaan lahan yang masih luas, serta posisi Sofifi yang tepat berada di tengah pulau Halmahera merupakan daya tarik kuat sebagai tempat untuk menyebarkan dan melaksanakan program-program pembangunan ke seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara.

Untuk membuat fungsi kota Sofifi sebagai ibukota provinsi berjalan, mungkin diperlukan waktu yang cukup lama. Sarana dan prasarana infrastruktur merupakan syarat mutlak agar ibukota yang baru ini berfungsi. Memindahkan aktivitas setingkat provinsi dari kota Ternate ke kota ini bukanlah hal yang mudah. Pola masyarakat kita yang terbiasa akan pusat keramaian dan lengkapnya fasilitas sebuah perkotaan merupakan parameter yang mesti diantisipasi oleh Pemda Maluku Utara agar fungsi ibukota baru ini dapat berjalan.

Karena ibukota lama, Ternate dengan Sofifi terpisahkan oleh laut, maka prioritas utama adalah membangun prasarana dermaga kapal di Sofifi serta ketersediaan transportasi laut yang memadai dari dan menuju ke dua kota itu. Juga hal yang terpenting adalah sarana pendidikan. Para komuter yang biasanya pulang pergi dari ibukota lama dengan berbagai alasan, maka dengan tersedianya sarana sekolah yang bagus dan berkualitas buat keluarga mereka, mungkin secara bertahap akan mengubah pola aktifitas hidup mereka dengan menetap di ibukota baru tersebut. Membuat sebuah universitas yang bagus serta lengkap merupakan langkah awal yang bagus untuk kemajuan kota ini kelak.

Disamping itu terlepas dari semuanya, ada hal yang paling penting untuk memajukan kota baru ini adalah kerelaan dari para aparat Pemda terutama di level tertinggi untuk berdiam dan beraktivitas di tempatnya bertugas minimal selama pada hari hari kerja. Dengan demikian, aktifitas roda pemerintahan daerah dapat berjalan dan berfungsi dengan baik. Tanpa kesadaran seperti ini, semua sarana dan prasarana yang telah dan akan dibangun tidak akan sia-sia atau mubazir.

Kota Ternate

 
Kota Ternate adalah sebuah kota yang berada dibawah kaki gunung api Gamalama pada sebuah Pulau Ternate di Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Ternate menjadi satu kota otonom sejak 4 Agustus 2010, dan menjadi Ibukota sementara Provinsi Maluku Utara sampai Sofifi yang menjadi ibukotanya di Pulau Halmahera siap secara infrastruktur. Sejarah kota ini bermula dengan adanya Kesultanan Ternate yang berdiri sekitar abad ke-13 di Pulau Ternate, yang menjadikan kawasan kota ini sebagai pusat pemerintahannya.

Kornelis Matelief de Jonge pada tahun 1607 membangun sebuah benteng pada kawasan kota ini, yang dinamakan Fort Oranje dan sebelumnya bernama Malayu. Kota Ternate merupakan kota kepulauan yang memiliki luas wilayah 547,736 km², dengan 8 pulau. Pulau Ternate, Pulau Hiri, Pulau Moti, Pulau Mayau, dan Pulau Tifure merupakan lima pulau yang berpenduduk, sedangkan terdapat tiga pulau lain seperti Pulau Maka, Pulau Mano dan Pulau Gurida merupakan pulau berukuran kecil yang tidak berpenghuni.

Kondisi topografi Kota Ternate dengan sebagian besar daerah bergunung dan berbukit, terdiri atas pulau vulkanis dan pulau karang dengan kondisi jenis tanah Rogusal ( Pulau Ternate, Pulau Hiri, dan Pulau Moti) dan Rensika (Pulau Mayau, Pulau Tifure, Pulau Maka, Pulau Mano dan Pulau Gurida). Kondisi topografi Kota Ternate juga ditandai dengan keberagaman ketinggian dan permukaan laut antara 0-700 m dpl.

Iklim Kota Ternate sangat dipengaruhi oleh iklim laut dan memiliki dua musim yang seringkali diselingi dengan dua kali masa pancaroba disetiap tahunnya. Beberapa tempat wisata alam yang menarik, antara lain Pantai Sulamadaha, Danau Laguna, Danau Tolire, Pantai Bobane Ici, Batu Angus. Keraton kesultanan Ternate juga berdiri kokoh di kota ini, terletak di Salero menghadap ke arah timur berhadapan dengan pulau Halmahera. Masjid Al Munawwaroh Ternate Masjid di tepi laut.

Pusat tempat makanan di kota ini terletak di Swering, tepat berada di lapangan di depan Kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara, namun hanya beraktivitas selepas sore hingga tengah malam.Bandar Udara Sultan Babullah merupakan sarana transportasi udara di Kota Ternate. Beberapa maskapai penerbangan yang melayani jalur ini antara lain Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Batavia Air, Wings Air (Group Lion Air), Merpati Airlines, Express Air dan Trigana Air. Penerbangan melalui kota Makassar, Manado maupun Sorong.

Kota ini juga memiliki pelabuhan laut A. Yani dengan jalur pelayaran yang dilalui kapal Pelni dua kali perminggu. Dua perusahaan ekspedisi kapal angkutan adalah Mentari dan Tanto. Transportasi darat di kota ini menggunakan angkutan penumpang dengan mobil Suzuki Carry. Sejak akhir tahun 2005 telah mulai beroperasi armada taksi milik swasta dengan jumlah armada sekitar 50 unit. Untuk menyeberang ke pulau-pulau sekitar seperti Halmahera, Tidore, Hiri, Moti, Meitara, dapat menggunakan perahu kecil dari fiberglass yang umum di sebut Speed dengan tarif mulai Rp.8.000,-Maluku Utara memiliki berbagai makanan khas daerah antara lain popeda (sagu), ketam kenari, halua kenari, bagea serta hasil olahan ikan seperti ikan asap (ikan Fufu), gohu ikan, Ikan garu rica dan lain-lain. Perhiasan dari daerah ini adalah mutiara laut dan batu bacan.