Gubernur Maluku Utara, Thaib Armain telah menetapkan ibukota Maluku Utara akan dipindah ke Sofifi awal tahun 2007. Keterlambatan ini disebabkan oleh kurangnya infrastruktur di kota tersebut. Sofifi berada di Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore dan merupakan bagian dari poros Pulau Halmahera, di seberang Pulau Ternate.
Untuk membuat fungsi kota Sofifi sebagai ibukota provinsi berjalan, mungkin diperlukan waktu yang cukup lama. Sarana dan prasarana infrastruktur merupakan syarat mutlak agar ibukota yang baru ini berfungsi. Memindahkan aktivitas setingkat provinsi dari kota Ternate ke kota ini bukanlah hal yang mudah. Pola masyarakat kita yang terbiasa akan pusat keramaian dan lengkapnya fasilitas sebuah perkotaan merupakan parameter yang mesti diantisipasi oleh Pemda Maluku Utara agar fungsi ibukota baru ini dapat berjalan.
Karena ibukota lama, Ternate dengan Sofifi terpisahkan oleh laut, maka prioritas utama adalah membangun prasarana dermaga kapal di Sofifi serta ketersediaan transportasi laut yang memadai dari dan menuju ke dua kota itu. Juga hal yang terpenting adalah sarana pendidikan. Para komuter yang biasanya pulang pergi dari ibukota lama dengan berbagai alasan, maka dengan tersedianya sarana sekolah yang bagus dan berkualitas buat keluarga mereka, mungkin secara bertahap akan mengubah pola aktifitas hidup mereka dengan menetap di ibukota baru tersebut. Membuat sebuah universitas yang bagus serta lengkap merupakan langkah awal yang bagus untuk kemajuan kota ini kelak.
Disamping itu terlepas dari semuanya, ada hal yang paling penting untuk memajukan kota baru ini adalah kerelaan dari para aparat Pemda terutama di level tertinggi untuk berdiam dan beraktivitas di tempatnya bertugas minimal selama pada hari hari kerja. Dengan demikian, aktifitas roda pemerintahan daerah dapat berjalan dan berfungsi dengan baik. Tanpa kesadaran seperti ini, semua sarana dan prasarana yang telah dan akan dibangun tidak akan sia-sia atau mubazir.





































