Selasa, 28 April 2009
Kepulau Padaido









Kepulauan Padaido terletak dikabupaten Biak dan secara geografis terletak antara 0°00' - 1°30' Lintang Selatan dan 135°00' - 136°45' Bujur Timur. Kepulauan padaido terdiri dari P. Owi, P. Auki, P. pai, P. Pakreki, P. Padaidori, P. Mbromsi, P. Pasi, P. Manggwandi, P. Workbondi, P. Nusi, P. Wurki dan gugus pulau-pulau kecil lainnya yaitu P. Rasi, P. Nukori, P. dawi dan P. Runi.Masyarakat adat di kepulauan Padaido membagi pulau-pulau Padaido menjadi dua bagian masyarakat adat yaitu Padaido Atas dan Padaido Bawah. P. Pakreki dijadikan batas antara Padaido atas dan bawah.Kepulauan Padaido merupakan gugusan pulau-pulau karang yang mempunyai keindahan pantai dan adanya habitat yang bervariasi seperti atol; karang tepi, goa-goa bawah laut. Kondis terumbu dan jenis biota lainnya secara umum masih relatif baik dengan keanekragaman jenis yang tinggi juga. Hal ini juga berpengaruh dengan adanya jenis dan kuantitas ikan yang banyak.Terumbu karang merupakan suatu ekosistem yang unik dan didapatkan di perairan tropika dan umumnya ditandai dengan menonjolnya kekayaan jenis biota yang hidup didalamnya. Dari segi sosial - ekonomi, terumbu karang banyak memberikan manfaat. Terumbu karang merupakan sumber perikanan yang produktif, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan nelayan, penduduk pesisir, bahkan devisa negara.Terlindung dari ganasnya ombak Samudera Pasifik oleh Pulau Biak dan terletak di perairan yang tenang di teluk Cendrawasih, Kepulauan Padaio merupakan tempat yang paling sempurna untuk melakukan berbagai petualangan bawah air. Padaido adalah sebuah kepulauan yang terdiri dari 30 pulau kecil dan terletak di sepanjang sisi tenggara Pulau Biak. Dahulu kepulauan ini bernama Kepulauan Schouter, berasal dari nama pemimpin rombongan pelaut Belanda yang pertama kali menemukan kepulauan itu pada 1602, William Schouter.
Teluk Youtefa dan Pantai Holte Camp




Teluk Youtefa merupakan kawsan teluk yang terletak dikota jayapura.Teluk dangkal ini terbilang unik, karena terdapat sebuah kapal perang milik Jepang yang telah karam. Selain itu sebagian daratan yang akan terlihat di permukaan air manakala terjadi surut (orang Papua biasa menyebutnya “air meti”). Permukaan daratan yang muncul di permukaan seperti yang tampak dalam gambar di atas dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk bermain bola. Ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, saya pernah beberapa kali bermain bola di sana. Lapangan ini akan hilang dengan sendirinya apabila terjadi pasang (orang Papua biasa menyebutnya “air naik”). Karena fenomena alam yang demikian uniknya, warga Jayapura menyebut tempat itu dengan sebutan “LAPANGAN TIMBUL-TENGGELAM“.Pantai ini berbeda dengan pantai lainnya yang ada di Jayapura. Anda tidak akan menemukan sebuah batu atau karang seperti yang banyak anda temukan di pantai-pantai lainnya menjadikan tempat berwisata dengan bibir pantai paling panjang di Jayapura ini menjadi pilihan utama wisata keluarga kami. Jika anda ingin memperkirakan panjang bibir pantai ini, lihatlah foto di atas (Teluk Youtefa). Pantai Holte Camp membentuk sebuah kurva melengkung tepat di atas Lapangan Timbul Tenggelam, panjang kan…
Anda memiliki dua pilihan untuk dapat tiba di pantai itu. Pilihan pertama melalui jalan darat membutuhkan waktu lebih kurang 45 menit dari Abepura. Perjalanan darat menjadi pilihan karena kita pun dapat membawa pulang buah tangan berupa hasil kebun warga transmigrasi di Koya Barat maupun Timur.Pilihan kedua yang lebih menantang adalah melalui laut. Jalur yang satu ini tidak membutuhkan waktu yang lama, dengan menggunakan speed boad/motor tempel (orang Jayapura biasa menyebutnya “Jhonson”) Holte Camp dapat ditempuh dalam waktu 15-30 menit saja.( ferdinandolase.wordpress.com)
Anda memiliki dua pilihan untuk dapat tiba di pantai itu. Pilihan pertama melalui jalan darat membutuhkan waktu lebih kurang 45 menit dari Abepura. Perjalanan darat menjadi pilihan karena kita pun dapat membawa pulang buah tangan berupa hasil kebun warga transmigrasi di Koya Barat maupun Timur.Pilihan kedua yang lebih menantang adalah melalui laut. Jalur yang satu ini tidak membutuhkan waktu yang lama, dengan menggunakan speed boad/motor tempel (orang Jayapura biasa menyebutnya “Jhonson”) Holte Camp dapat ditempuh dalam waktu 15-30 menit saja.( ferdinandolase.wordpress.com)
Pantai Amay
Pantai Base






Pantai Base merupakan sebuah pantai yang paling populer di kalangan masyarakat Jayapura. Pantai yang langsung berhadapat dengan luasnya samudra Altantic ini terkenal dengan hasil lautnya. Sisi kiri pantai ini terkenal dengan keramahan ombaknya, aman dan nyaman bagi anak-anak Pantai ini terletak di pusat kota Jayapura
MUSEUM KEBUDAYAAN & KEMAJUAN
Kuburan Masal Lam Baro Korban Tsunami




Mungkin kita tak pernah lupa akan korban yang amatlah sangat banyak ketika tsunami terjadi di Aceh..Hingga kini masihbanyak korban hilang dan belum ditemukan.Kuburan masal kini menadi slah satu tujuan wisata sejarah untuk berziarah para keluarga maupun saudara bahkan wisatawan yang datang ke aceh.kuburan masal ini Ini adalah kuburan massal terbesar di Aceh karena ada sekitar 47.000 (Empat Puluh Tujuh Ribu) jenazah dikuburkan secara masal pada hari-hari terjadi bencana Tsunami hingga beberapa minggu sesudahnya Kategori : Peringatan Tsunami Alamat Lokasi : Di tepi jalan menuju Bandara Sultan Iskandar Muda. Kira-kira 12 KM dari pusat kota Banda Aceh Kabupaten/Kota : Kabupaten Aceh Besar
Museum Tsunami Aceh




Gedung Museum Tsunami Aceh dibangun atas prakarsa beberapa lembaga yang sekaligus merangkap panitia. Di antaranya Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias sebagai penyandang anggaran bangunan, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) sebagai penyandang anggaran perencanaan, studi isi dan penyediaan koleksi museum dan pedoman pengelolaan museum), Pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)sebagai penyedia lahan dan pengelola museum, Pemerintah Kotamadya Banda Aceh sebagai penyedia sarana dan prasarana lingkungan museum dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)cabang NAD yang membantu penyelenggaraan sayembara prarencana museum.Museum Tsunami yang diperuntukkan mengenang peristiwa Tsunami yang terjadi tahun 2004 silam dibangun di Aceh. Museum in dibuka oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 23 februari 2009 lalu.Museum berlantai emapat dan terletak di Banda Aceh ini dirancang oleh arsitek asal Aceh, Ridwan Kamil. Di dalamnya terpajang foto, cerita dari para korban tsunami dan alat elektromagnetik untuk simulasi tsunami.
Lokasi Museum Tsunami Aceh terletak diIbukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yaitu Kotamadya Banda Aceh di Jalan Sultan Iskandarmuda dekat simpang jam, di seberang lapangan Blang Padang.persisnya di bekas kantor Dinas Peternakan Aceh sebelah pemakaman kuburan belanda
Lokasi Museum Tsunami Aceh terletak diIbukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yaitu Kotamadya Banda Aceh di Jalan Sultan Iskandarmuda dekat simpang jam, di seberang lapangan Blang Padang.persisnya di bekas kantor Dinas Peternakan Aceh sebelah pemakaman kuburan belanda
Langganan:
Postingan (Atom)




























